Informasi Kesehatan

Penyebab Gusi Bernanah, Berdarah, Bengkak dan Cara Mengobatinya

Berikut Ini Beberapa Penyebab Gusi Bernanah, Berdarah, Bengkak dan Cara Mengobatinya Secara Alami serta Aman Tanpa Menimbulkan Efek Samping.


Penyebab Gusi Bernanah, Berdarah, Bengkak dan Cara MengobatinyaBerwarna merah muda, kencang dan dapat menahan gigi dengan kuat adalah ketiga ciri utama gusi yang sehat. Namun dari kebanyakan orang sering kali gusi tidak mendapatkan perhatian khusus dibandingkan dengan gigi pada mulut. Padahal gusi dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan mulut yang tidak ringan.

Salah satu keluhan yang sering muncul pada gusi adalah timbulnya nanah, pendarahan dan pembengkakan. Nah untuk postingan berikut ini, kami akan memberikan informasi mengenai beberapa penyebab yang dapat menimbulkan gusi bernanah, berdarah sampai dengan bengkak.

1. Plak dan Tartar

Ini adakah penyebab paling umum pembengkakan gusi. Plak adalah lapisan tak terlihat pada gigi dan gusi yang terbentuk oleh bakteri di mulut. Plak tidak hanya menyebabkan gigi berlubang tapi juga menyebabkan infeksi, plak yang menumpuk dapat masuk ke dalam gusi dan menyebabkan peradangan.

Sementara tartar terbentuk dari plak yang mengeras dan juga dikenal dengan sebutan dental kalkulus atau karang gigi. Plak akan berubah menjadi tartar dalam kurun waktu tertentu atau biasanya lebih dari 10 hari. Biasanya tartar terbentuk di antara celah gigi dan gusi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, sehingga pembentukannya cenderung tidak terkontrol dan hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi.

2. Iritasi

Reaksi alergi terhadap bahan yang terkandung dalam pasta gigi, makanan, obat-obatan atau bahkan kawat gigi, dapat menyebabkan iritasi dengan gejala kemerahan dan pembengkakan pada jaringan gusi. Banyak orang baru menyadari bahwa mereka mengalami gusi bengkak setelah mengganti pasta gigi jenis yang berbeda dari biasanya.

3. Sisa Makanan

Makanan yang masuk ke bawah gusi atau melekat di sela-sela gigi seringkali sulit untuk dibersihkan. Salah satu contoh makanan yang sering terjebak di bawah gusi adalah popcorn dan serat daging. Satu atau dua hari sesudah sisa makanan terselip, terjadilah pembengkakan yang baru akan mereda setelah sisa popcorn dibersihkan atau keluar dengan sendirinya.

4. Perubahan Hormon pada Wanita

Hal ini terjadi pada berbagai tahap kehidupan seorang wanita seperti saat mencapai pubertas, kehamilan atau fase postmenopause. Perubahan hormon terutama saat hamil dapat membuat gusi lebih sensitif dan mudah berdarah.

5. Obat-obatan Kimia

Sudah hal yang lumrah kalau obat-obatan yang berbahan kimia sering menimbulkan efek samping setelah mengkonsumsinya. Salah satu obat-obatan kimia yang sering menimbulkan efek samping pada gusi adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Dimana obat kimia untuk penurun darah tinggi dapat membuat pertumbuhan berlebih dari jaringan gusi yang terlihat seperti bengkak.

6. Penyakit Periodontal

Radang gusi ( gingivitis ) yang tidak diobati dengan baik berpotensi menyebabkan penyakit periodontal dimana perdangan menyebar ke jaringan dan tulang yang menyokong gigi. Selain berdarah bahkan mungkin juga terdapat nanah antara gigi dan gusi.

7. Trauma Pada Gusi

Hal ini dapat terjadi karena terlalu bersemangat menyikat gigi atau menggunakan sikat gigi berbulu keras yang dapat menimbulkan trauma pada gusi. Oleh karena itu kita harus menggunakan sikat berbulu lembut dan mengganti sikat gigi paling lama setiap 3 bulan ( namun tergantung kualitas sikat giginya ).

8. Gangguan Pembekuan Darah

Gangguan pembekuan darah, seperti pada hemofilia, ITP ( idiopatic thrombocytopenic purpura ) dan leukemia juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gusi berdarah.

9. Penyakit Kanker

Beberapa jenis penyakit kanker, seperti leukemia ( kanker darah ) atau multiple myeloma ( kanker sumsum tulang ) dapat menyebabkan gusi berdarah.

10. Abses Periapikal

Serangan sejumlah sel darah putih untuk melawan infeksi dan jaringan yang mati akan menjadi nanah. Biasanya nanah yang mulanya berasal dari infeksi gigi akan dialirkan ke gusi sehingga timbul pembengkakan gusi yang berada di dekat akar gigi. Nanah juga bisa menyebar ke mulut, kulit, tenggorokan, atau tengkorak tergantung lokasi gigi yang terkena.

11. Kurangnya Asupan Vitamin C dan K

Seseorang yang jarang makan buah dan sayuran yang kaya akan vitamin C dapat menyebabkan gusi bengkak, sakit dan mudah berdarah. Sementara itu, kekurangan vitamin K akan memiliki kecenderungan mudah berdarah termasuk gusi, karena vitamin ini merupakan faktor penting dalam proses pembekuan darah.

Solusi Pengobatan Alami Untuk Mengatasi Gusi Bernanah, Berdarah dan Bengkak

Ada beberapa cara untuk mengatasi gusi yang bernanah, berdarah dan bengkak secara alami. Berikut ini beberapa rekomendasi dari kami untuk mengobati dan menyembuhkan berbagai keluhan pada gusi Anda.

1. Minyak Cengkeh

Sudah sejak lama minyak cengkeh terkenal akan khasiatnya yang ampuh dalam menyembuhkan segala macam penyakit di mulut. Cara menggunakannya Anda hanya perlu mengoleskan minyak cengkeh pada bagian gusi yang sakit secara teratur 3 kali sehari setelah makan dan lakukan cara tersebut sampai gusi bengkak Anda benar-benar sembuh.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Saat sedang mengalami gusi bengkak, air liur dalam mulut akan berkurang dan untuk menjaga air liur tetap banyak minumlah air putih yang lebih banyak dari hari biasanya. selain itu, minum banyak air putih juga membantu membersihkan bakteri penyebab gusi bengkak.

3. Air Hangat Tambah Garam

Campurkan air putih hangat dengan satu sendok garam atau secukupnya lalu gunakan untuk berkumur sampai merata. gunakan cara ini 2 kali sehari sampai dengan gusi Anda kembali sehat.

4. Kompres Dingin

Mengkompres pipi yang mengalami gusi bengkak dengan es batu yang telah dibungkus dengan kain dapat membantu utuk mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan.

5. Jus Strawberry dan Lemon

Perpaduan antara strawberry yang memiliki kandungan vitamin C dan lemon mampu mengobati infeksi. Blender 3-4 buah strawberry lalu campur dengan 1 sendok makan perasan lemon. Gunakan jus tersebut untuk menyikat gusi Anda yang sakit.

6. Daun dan Akar Sereh

Gunakan 15 gram akar dan daun sereh, tambah dengan 20 gram kunyit lalu di rebut dengan 500 cc air yang sudah dicampur dengan garam secukupnya. Rebus hingga air tersisa 200 cc lalu minum.

7. Menyikat Gigi Secara Teratur

Menyikat gigi secara teratur adalah salah satu faktor terpenting yang harus Anda lakukan. Karena selain mencegah tumbuhnya bakteri jahat di dalam mulut, menyikat gigi juga mampu mencegah datangnya berbagai penyakit mulut seperti sakit gigi maupun gusi bengkak. Gunakan sikat gigi yang lembut jika gusi sedang meradang, terutama jika mengalami gusi berdarah setelah menyikat gigi.

Kebersihan gigi dan mulut yang baik merupakan langkah utama untuk meminimalisir gusi bengkak, bernanah, berdarah dan menimbulkan berbagai penyakit lainnya. Kunjungi dokter gigi dua kali dalam setahun. Dokter gigi akan memberitahu jika ada gingivitis dan mengajarkan bagaimana cara menyikat gigi yang benar.

Itulah sedikit informasi mengenai penyebab gusi bernanah, berdarah, bengkak dan cara mengobatinya dengan bahan-bahan alami yang aman tanpa menimbulkan efek samping. Nah dengan adanya informasi ini semoga semakin menambah wawasan Anda akan pentingnya menjaga kesehatan gusi gigi.

Penyebab Gusi Bernanah, Berdarah, Bengkak dan Cara Mengobatinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!